Focus Group Discussion, Minat Wisata Khusus dan MICE

12:05 AM

Focus Group Discussion, Minat Wisata Khusus dan MICE




Ini adalah wujud keseriusan kementrian pariwisata dalam memajukan dan bekerja sama untuk menarik minat wisatawan. Kementrian pariwisata mengundang orang - orang yang bergerak di bidang yang bisa membantu terwujudnya pariwisata. Peran tourism atau pariwisata semakin tahun semakin significant terhadap pemasukan devisa negara dan daerah, beserta multiplayer effectnya ke masyarakat sekitar.

Beberapa instansi diundang yang ikut berperan dalam hal kepariwisataan. Untuk wilayah kepri sendiri, ada dari Dinas  Kesenian dan budaya, PHRI, HPI, Transportasi Ferry, perwakilan dari ASITA, AKARI, Bandara, Garuda indonesia, Resort, Media dan Travel Bogger Kepri.


Acara di buka dengan  kata sambutan dari Kepala Dinas Pariwisata Kepri, yang di wakili oleh Drs Muhammad Frengky Wiliyanto. Dengan memberikan sedikit penjelasan tentang laporan pariwisata di Kepri. Nara sumber yang di datangkan adalah mereka yang memperhatikan, dan mengelola di bidangnya. Seperti dr Hery Sigit Cahyadi, seorang pemerhati dan pelaku wisata minat khusus.

Beliau berasal dari Bandung dan ikut serta dalam memajukan wisata - wisata minat khusus di sana. Beliau menjelaskan, apa itu wisata minat khusus?. Definisi, wisata minat khusus merujuk pada keterterikan wisatawan terhadap bidang wisata tertentu. Wisata minat khusus dapat di kelompokan sebagai aliran pariwisata yang fokus pada bidang tertentu dalam skala kecil. Pariwisata minat khusus terdapat dari Alam, Budaya dan juga Buatan.

1. Tipologi wisata minat khusus yang terdapat dari Alam, Ekowisata, Geowisata, Agrowisata dan Bahari.

2. Tipologi wisata minat khusus dari Budaya, Ghost Tourism, Heritge Tourism, Dark Tourism, Gastronomy Tourism.

3. Tipologi wisata minat khusus dari Budaya, MICE, Sport Tourism, NITE Tourism, Konser.

Photo bersama dengan para undangan yang hadir

Masing - masing Tipologi akan terbagi lagi menjadi jenis - jenis aktifitas khusus. Berdasarkan sifat alaminya akan terbagi berdasarkan : Hobi, Tantangan, pendidikan, sosial, Relaksasi dan Kesehatan. Daya tarik, baik dari alam dan budaya sudah ada. Tantangannya adalah bagaimana menemukan cara yang benar untuk memanfaatkan dan mengelola mereka.

Tamrin B. Bachri adalah seorang yang ahli di bidang pemerhati MICE dan tourism.menjelaskan tentang pentingnya industri MICE. MICE merupakan kegiatan jangka pendek yang memiliki signifikansi sosial, budaya, dan ekonomi yang besar bagi pariwisata mendukung potensi daerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif. Melibatkan berbagai sektor, transportasi, perjalanan, (tour & travel ), rekreasi, akomodasi, makan dan minum, tempat penyelenggara acara, teknologi informasi perdagangan dan keuangan. Kegiatan MICE di sebut  sebagai INDUSTRI MULTIFASET. Di banyak daerah tujuan wisata dunia kegiatan MICE di kategorikan di bawah payung Industri Event. Faktor - faktor penting dalam memilih destinasi MICE adalah,

1. Aksebilitas
2. Dukungan lokal
3. Peluang untuk Aktivitas Tambahan
4. Fasilitas Akomodasi
5. Fasilitas Meeting
6. Informasi
7. Keadaan umum Destinasi MICE
8. Pertimbangan Lainnya.

Sementara itu, Ir Boediono, MBA menjelaskan beberapa bab tentang undang - undang Republik Indonesia nomor 10 Tentang KEPARIWISATAAN.
Bab 1 Ketentuan Umum pasal 1.

Pariwisata : adalah berbagai macam kegiatan wisata dan dukungan berbagai fasilitas serta layanan yang di sediakan oleh masyarakat, pengusaha, pemerintah dan pemerintah daerah.

Kepariwisataan : adalah keseluruhan kegiatan yang berkaitan dengan pariwisata dan bersifat mutidimensi serta multidisiplin yang muncul sebagai wujud kebutuhan setiap orang dan negara serta intraksi antara wisatawan dan masyarakat setempat, sesama wisatawan dan pemerintah, pemerintah daerah, dan pengusaha.

Industri Pariwisata : adalah Kumpulan usaha pariwisata yang saling terkait dalam rangka menghasilkan barang dan / atau jasa bagi pemenuhan kebutuhan wisatawan dalam penyelenggaraan Pariwisata.

Sedikit terbuka  tentang hal apa yang akan di kembang dalam menarik minat wisatawan untuk datang ke Kepri. Dan  semua bisa terwujud jika, kita dapat bekerja sama dan akomodasi  yang baik. Sehingga dapat memberikan dampak dan citra yang baik pula. Untuk itu  di harapkan pihak - pihak yang bergerak di bidang Kepariwisataan memberikan informasi hal - hal apa yang menjadi kendala dan yang bisa di olah.
         

You Might Also Like

2 komentar