Bangkok Dan Ko San Road Perjalanan Nekadku

9:51 AM

Bangkok Dan Ko San Road Perjalanan Nekadku




Dari krabi, aku berpisah dari teman-teman. Karena perjalananku masih panjang, aku memilih melanjutkan perjalanan itu sendiri. Sempat khawatir, namun hati mengatakan harus berani. Bismillah aku putuskan untuk membeli tiket bus dari Krabi ke Bangkok dengan harga 650 bath. Dari beberapa travel yang kutanya, itu harga termurah yang diberi. Jam 4 sore waktu Krabi, penjemputan di hotel yang direcanakan. Aku pun menunggu di restoran hotel sampai tertidur. Saat penjemputan datang, aku terbangun dan.... berangkat !!!

Dengan rasa sedikit cemas dan galau, aku pun tetap melanjutkan perjalanan. Hingga sampai di Sartani, aku lihat teman seperjalananku di mini van semuanya adalah bule, hem hanya saya yang asia. Transit sekitar 2 jam di sebuah tempat makan. Aku coba bertanya "apakah ada musholah untuk sholat," awalnya sang punya tempat tak paham hanya berkata "hah hah," menandakan dia tak mengerti.

Aku lanjutkan berkata "saya muslim,"  "oh" lalu sang punya tempat membentangkan tikar kecil di dekat sebuah kulkas di mana dia memajang minuman dingin di sana. Ah tak apalah yang penting dia tidak keberatan dan mengizinkan, serta memberi tempat untukku. Aku lalu mengambil wudhu dan sholat dengan dilihat oleh orang-orang bule yang mungkin akan merasa heran dengan gerakan sholat yang kulakukan, tapi biarlah ini urusanku menghadap Allah.

Oke jam 7 malam yang dijanjikan, kami pun berangkat ke Bangkok. Tapi eh...mana mereka yang tadi satu mini van denganku. Tak tau apa alasannya, mereka berangkat bersama mini van. Aku sempat bertanya, tapi aku hanya disuruh menunggu. Dan jam 7 malam pun aku berangkat by bus bertingkat. Sebelum berangkat aku bertanya pada sang supir, "jam berapa tiba di Bangkok," dijawab "6 pagi,". Oh okelah sedikit tenang, karena awalnya saya kira tengah malam sampai di Bangkok. Perjalanan cukup melelahkan, bukan karena bus yang tak nyaman, tapi jalanan seperti tidak mulus, sehingga selalu ada hentakan atau seperti melalui jalanan tak rata. Ah tak bisa tidur !!!.


Lega waktu sampai di Bangkok pukul 5 subuh dengan selamat. Tapi jeng jeng jeng....rasa risau mulai menghantuiku. Bagaimana tidak, aku bingung mau kemana. Handphone yang sekarang menjadi sumber pengetahuan dan sumber komunikasi, tapi aku tak punya itu, karena di Phi Phi Island hp ku kena air dan yang terjadi matot(mati total). Saat keluar dari bus, di mana yang lain sibuk dengan tas mereka masing-masing, tapi aku justru melihat situasi di sekitar pemberhentian itu. Semua tampak tak jelas !! Sempat terdiam, lalu kuputuskan melangkah kearah kiri dari keluar bus.

Aku akan berjalan kaki sampai lelah, ketika sudah tak sanggup lagi, maka aku akan naik tuk-tuk atau taksi, lalu bilang "ko san road,". Hanya itu yang terfikir olehku, sambil berzikir "hasbunallah wani'mal wakil, nikmal maula wani'man nasir," dan aku pun melangkah. Aku bertemu dengan orang Kamboja yang satu bus denganku, sedang berjalan dengan pasangannya. Dan aku sempat bertanya " dimana arah Ko san road," lalu dia berkata "tunggu," sambil melihat hp yang dia pegang.

Mungkin dia sedang bertanya pada mbah google. Ah lama jawabnya dan aku pun berlalu saja meninggalkan mereka. Jalan dan jalan, terlihat sepi, yah karena masih subuh buta. Aku sempat melewati beberapa home stay, dan ingin bertanya berapa harga per malamnya. Tapi urung, "nanti saja di Ko san road," fikirku.

Aku pun berjalan dan tiba di sebuah gang yang cukup luas dan suasana agak ramai, dan di dekatku ada seorang wanita sedang menyapu jalanan. Coba bertanya "permisi, di mana masjid," (pakai bahas Inggrish pastinya) dia melihatku lalu melihat ke kiri dan kanan terus berkata "tak ada masjid," Oh dan aku pun berlalu, tapi dua langkah, aku kembali lagi bertanya "maaf satu pertanyaan lagi, di mana Ko san road," dan wanita itu menjawab "ini Ko san road," Apa......, ini Ko San road !!!, Masya' Allah ingin rasanya aku sujud syukur dan terharu atas apa yang kualami. Allah membimbing langkah ku disaat bingung, dan ternyata pilihan arah justru mengarahkan pada tujuanku. Ucapan syukur Alhamdulillah terus aku ucapkan. Ya Allah mohon perlindunganmu. Dan air mata haru tak dapat kubendung. 

Aku terus berjalan memasuki gang Ko san road itu, ada beberapa orang duduk-duduk di kursi dan ada beberapa bule duduk di pinggiran jalan, mataku melihat sebuah tulisan yang tak asing, Guesthouse Ka Win. Ini nama Guesthouse yang pernah di sebut seorang teman. Sangat rekomended katanya, bersih dan nyaman serta murah loh. Ah di sini aja dech lalu aku pun masuk lagi gang kecil menuju Guesthouse tersebut.

Di sana ada beberapa orang antri untuk cek in. Waduh baru ingat, belum tukar uang. Tapi sepanjang jalan tadi tak melihat money changer buka, hem mungkin bisa dinegosiasikanlah fikirku. Lalu saat tiba giliran, aku katakan ingin cek in, dan sang resevtion menjelaskan. Kalau cek in sekarang maka akan di hitung 1 hari sampai jam 12 siang nanti. Karena cek in dimulai jam 12 siang. Aku sendiri belum tau berapa lama di Bangkok, jadi kukatakan hanya 1 hari saja, jika tidak cocok bisa cari guesthouse lain. 

Aku putus kan untuk menitipkan tas besar di sana, lalu mulai jelajah Bangkok. Tak tau tujuan kemana, tapi aku hanya ingin melangkah dengan kaki agar banyak yang dilihat dan tau wilayah terdekat. Di jalan sempat melihat peta kecil menempel di sebuah tiang, aku coba baca dan lihat, ah malah pusing pala, makin tambah bingung perasaan.

Jalan lagi sambil melihat makanan yang bisa ku beli. Ternyata susah menemukan makanan halal di Bangkok, lapar tapi makan apa???  hanya beli air minum, buah dan ada gorengan yang katanya halal, tapi kelihatnnya halal koq. Ada bazar di sebuah lapangan luas. Cari makanan pun meragukan ke halalannya.

Dan perjalananku sampai di sebuah pasar, juga pelabuhan sungai. Sungai itu jadi alat transportasi bagi warga Bangkok dan bagi turis. Saat kakiku lelah, duduk-duduk sambil mengamati sekitar #halah. Perutku rasanya penuh dengan air hheeeek ah kembung. 

Melewati sebuah pasar batu (tapi bukan batu akik yo) menjual seperti dewa-dewa dari ukuran yang kecil sampai berukuran besar. Pegel sich rasanya kaki dan mencoba untuk mencari jalan menuju Ko San Road. Ah dimana ini ??? aku saja tak tau ini di mana. Rasa penasaran dan rasa ingin tau membuat aku lebih suka berjalan kaki. Walau lelah, capek tapi rasanya seneng banyak tau. Ingin sich naik bus kota, tapi bingung mau jurusan kemana, buta banget tentang Bangkok, nama lokasi dan tempat wisatanya. Itinaryku tersimpan di note hp yang mati. Ah sedih.


Setelah berjalan menghabiskan waktu, aku pun berhasil menemukan Ko San Road dan Guesthouse Ka Win. Ya ampun, ternyata masih jam 10 pagi, uh masih lama lagi jam 12 siang. Duduk di lobby sambil merenung, apa yang akan kulakukan dengan keadaan ini. Tiba- tiba aku mendengar suara agak gaduh dan ada tepukan tangan, berasa rame suasana yang tadi hening.

Aku melihat mereka saling bertukar photo dengan hp masing-masing. Aku hanya tersenyum melihat mereka tanpa tau ada apa dan kenapa. Tetiba seseorang lelaki berwajah oriental tersenyum kearahku sambil menganggukan kepala. Aku pun membalas senyumannya sambil bertanya dengan bahasa inggris. "Dari mana asalmu,"
"Indonesia," jawabnya
"hah, Indonesia dimana," lanjut bertanya,
"Surabaya," oh Surabaya. "Loh Indonesia juga," jawab seorang wanitanya yang ternyata adalah kekasih si wajah oriental itu. Kami pun terlibat pertanyaan yang akhirnya membuat kami akrab, bercerita banyak hal. Dari mulai mereka yang sudah 3 minggu di Bangkok dan menghabisakan uang sekitar 20 jutaan, hisk horang kayah (bukan anak BD sieh)


Mereka, Arindra dan Si Koko sedang menunggu teman bule yang rencana mereka akan jalan bareng cari oleh-oleh. Arindra dan Si Koko orangnya sangat ramah dan lucu, kita tuh baru aja kenal berapa menit yang lalu, tapi sudah berasa akrab bertiga. Arindra pun begitu, kita nyambung aja ngobrol dan sudah dekat. Mereka pun mengajak untuk ikutan, dan ya aku pun ikut bersama mereka walau lelah. Setelah cek in aku masuk meletakan tas lalu mandi.

Thailand
Di perjalanan bertemu kelompok ini, nggak tau mereka mau ngapain.
Saat di tanya pake bahasa inggris mereka sepertinya tak mengerti.

Perjalan itu kita menggunakan bus menuju pasar Pratunam. Wah seru, walau baru kenal, tapi berasa sudah lama. Canda tawa pun mewarnai perjalanan itu. Si koko yang cowok satu-satunya pun cukup ngemong dan melindungi, ketika berjalan selalu melihat anggota yang lain agar tak terpisah. Hari itu aku merasa bukan sedang di Bangkok, karena kita bebas tertawa dan berjalan, sampai ketika salah jalan pun kita bisa menemukan jalan lainnya. Arindra menjelaskan padaku nama-nama tempat dan juga mall Yang mereka sudah datangi, di mana ada Madam Tosaude, sea world Thailand, dan lain-lainnya.


Kita kembali ke guesthouse petang dan hampir gelap, tak lupa kita berphoto bareng. Ternyata 2 orang cewek bule itu akan pulang jam 8 malam menuju bandara ke negaranya Barzil.

Thailand
Photo kenangan bersama mereka

Ketika kembali di kawasan Ko san road, aku di kejutkan suasana ramai, ternyata tuh di situ adalah pasar juga, tapi lebih ke jualan baju untuk souvenir. Arindra menawarkan makanan halal padaku, pad tai. Pad tai adalah mie gorang Thailand, mereka tak menjual daging, hanya ayam dan telur. Oke lah aku mau nasi gorengnya. Ternyata arindra yang traktir aku dengan membayarkan sekalian. Ketika akan kembalikan uangnya dia menolak. Kita pun makan di lobby guesthouse, sambil ngobrol lagi. 

Thailand
Suasana ko san road di hari petang, ini belum ramai banget

Setelah itu, aku dan arindra berjalan melihat baju-baju yang dijual sekitar Ko san road. Aku pun menemukan sebuah baju dengan harga murah tapi bagus bahannya. Saat kita kembali ke guesthouse, si koko sudah bersama beberapa orang bule, yang adalah teman mereka dari Holand. Mereka kenal di Bali, disana si koko ada homestay.

Aku pun berkenalan dengan mereka, hanya sebentar dan aku pun pamit istirahat. Lelah sekali rasanya hari itu, tapi menyenangkan. Bertemu dan berkenalan dengan mereka. Photo-photo di atas adalah hasil kebaikan mereka dan mengirimkan padaku melalui whatsapp.

You Might Also Like

0 komentar