Idul Fitri ke 2 Open House Di Rumah Pak Mentri Asman Abnur

1:23 AM

Idul Fitri ke 2 Open House Di Rumah Pak Mentri Asman Abnur

Open House

Jum'at 15 juni ditetapkan sebagai 1 syawal 1349 H. Taqbir sudah berkumandang sejak magrib datang seiring berlalunya bulan Ramadahan. Pagi hari sudah memperlihatkan cuaca yang mendung. Sempat kwatir sholat eid akan turun hujan. Berakhirnya sholat eid hujan belum turun, namun mendung berselimut di langit yang tak berarti hujan. Apa nak dikata sekitar pukul 9 pagi hujan pun akhirnya turun dengan derasnya. Lelah mempersiapkan kebutuhan makan dan kue-kue untuk menyambut kemenangan setelah sebulan berpuasa, akhirnya di cuaca hujan nan dingin kantuk tak terelakkan, tidur pun jadi pilihan.

Hah lebaran tidur!!! karena sampai sore hari meski hujan sudah reda tapi cuaca dingin dan mendung masih bikin ngantuk. Batam adalah kota bagi para perantauan. Hampir sebagian besar penduduk Batam bukan penduduk asli, melainkan perantauan. Meski sudah lahir dan besar di Batam yang namanya Kampung halaman, pasti punya. Walau kebiasaan mudik tidaklah besar pengaruhnya bagi penduduk Batam. Bahkan Idul Fitri pertama di wilayah Batuaji menuju Barelang macet sejak siang hari. Polisi sibuk mengatur jalanan bagaimana caranya agar lancar.

Beberapa orang cukup cerdas untuk mudik, meski alternatif mudik murah ada, tetap pesawat menjadi pilihan utama. Mereka menyiasati mahalnya harga tiket pesawat dengan pulang di H-2 dan 1 menjelang Idul Fitri. Bahkan ada yang melalui Singapore karena dirasa lebih murah. ada juga yang mudik lewat lebaran, tak apa lewat yang penting bisa mudik dan lebaran serta silaturahmi dengan keluarga di kampung. Ya, itulah kisah lebaran dari tahun ke tahun.

Idul Fitri ke 2 cuaca terang dari pagi hari, rencana ada open house ke rumah kolega. Dengan sajian hidangan bermacam-macam pilihan. Sate Padang, Empek-empek Palembang, aneka kue basah, buah, Eskrim tiga rasa pilihan. Perut sudah kenyang mencicipi hidangan yang ada. Lalu singgah ke rumah teman pengajiaan yang sejak pagi mengundang agar datang sebab dia sudah masak makanan banyak. Aneka hidangan pun sudah menunggu untuk disantap, hups ampun Dj nggak kuat. kamera mana kamera.

Seorang teman mendapat kabar bahwa ada lagi Open House di rumah Pak Asman Abnur. Belum juga sejam, kita sudah bersiap jalan lagi, dan ternyata tamu di rumah teman itu juga berniat menuju kesana. jadilah kita konpoi dengan beberapa motor menuju ke rumah Pak Mentri yang lahir dari Kepri.

Terlihat sepi dari luar rumah yang ditunjuk teman saat ku bertanya "yang mana rumahnya?," Rumah itu besar, sehingga ramai yang datang tak tampak keramaian dari luarnya. Rumah yang terletak di pemukiman sederhana, dengan dua rumah yang disatukan, terlihat biasa saja. Begitu masuk terlihat kemegahan ruangannya. Meski tak terlihat sangat megah, rumah pengusaha toko mas Banda Baru dengan Money Change tersebar di seluruh Batam. Juga pemilik francie Rumah Makan Sederhana yang juga memiliki beberapa cabang di seluruh Batam. Pendiri Politehnich Batam Turism, juga Masjid Jabal A'rafah.

Pak Asman Abnur maju sebagai anggota DPRD RI dari bendera partai PAN. Dan kini, karir Beliau  melaju sebagai Mentri yang ditunjuk Presiden Jokowi sebagai Mentri Pemberdayaan Aparatur Negara. Beliau mengadakan Open House selama 2 hari di kediamannya. Dengan sangat baik menerima tetamu yang datang di rumahnya yang cukup nyaman. Hidangan dengan bermacam-macam jenis pun tersedia. tapi perutku sudah terlalu penuh dengan makanan dari rumah ke rumah sebelumnya.

Open House

Bersama ibu-ibu pengajian atau puan PAN berkumpul dengan celotehan dan berphoto-photo ria, tak menyadari akan kisah yang dibagikan oleh Pak Mentri Asman Abnur, hanya sedikit dari kisah panjang obrolan itu yang sempat terdengar oleh telingaku, bahwa untuk maju dan sukses tidak harus lulusan sekolah favorit. Semua tergantung dari kemauan diri dalam berusaha keras, dan belajar. Beliau sendiri besar di wilayah desa dan sekolah di sekolahan biasa saja. Tapi tekat, mimpi dan cita-cita beliau yang begitu besar, diiringi perjuangan hingga semua terasa begitu mulus dan lancar. Ya sekarang yang kita lihat. Lalu bagaimana perjuangan beliau di masa lalu? tunggu kisahnya ditulisan selanjutnya. 

You Might Also Like

1 komentar