Susi Pujiastuti, Seorang Mentri Dengan Semangat Kartini Era Modern

1:10 AM

Susi Pujiastuti, Seorang Mentri Dengan Semangat Kartini Era Modern



Sosoknya mungkin tidak rapi atau pun menarik, gayanya yang biasa bahkan cenderung urakan. Bertato dan merokok, suara kasar seperti laki-laki, mungkin kesan pertama melihatnya enggak banget dech nih orang tiung tuing tuing ??????? Pengusaha, from zero to hero.

Itulah sedikit ciri-ciri dari sesosok ibu yang sekarang menjabat sebagai Mentri Kelautan dan Perikanan di Indonesia. Namun tindakan tegasnya dengan melaksanakan hukum di undang-undang, sesaat rakyat Indonesia tercengang dan terkejut. Atas kebijakannya dalam meledakan dan menenggelamkan kapal-kapal pencurian ikan di perairan Indonesia.

Sosoknya tiba-tiba begitu jadi pembicaraan, jadi sorotan, hingga tingkah lakunya pun menjadi berita. Kebiasaannya yang tidak mencerminkan seorang yang berpendidikan dan lebih terlihat urakan. Mengungkapkan bahwa beliau memang bukan orang yang berpendidikan tinggi, yang akhirnya membuat orang penasaran akan sosoknya.

Sejak diangkat sebagai Mentri, selalu saja ada photonya yang beredar di media dan medsos dengan penampilanya dan gayanya serta tingkah lakunya. Menggambarkan kepribadian yang apa adanya dan tidak di tutupi.


Sepintas dengan rokoknya dan penampilannya yang tidak formil, dan tak jarang duduk sembarangan. Membuat kesan yang terlintas tidak pantas seorang Mentri berlaku demikian. Namun dengan semakin banyaknya beredar photo tentangnya yang memperlihatkan kesederhanaannya dan apa adanya dia, semakin orang kagum akan sosoknya. Dalam rangka memperingati hari kartini di 21 april nanti, di acara KICK ANDY di metrotv exklusife tentang SUSI PUDJIASTUTI.


"Kita selalu serius untuk menegakkan kedaulatan di kelautan Indonesia dari bebas daya main" itulah kalimat yang beliau lontarkan tentang keseriusannya dalam menegakkan undang-undang. Tindakannya yang tanpa kompromi sempat memicu kontroversi. Karena dinilai lebih berani dari pejabat sebelumnya.

Namun seiring berjalannya waktu dan kedekatannya serta konsisten dalam memerangi pencurian ikan itu, akhirnya mendapat dukungan dari masyarakat. Sejauh ini sudah sekitar 74 kapal yang di tenggelamkan Ibu Mentri Susi Pudjiastuti. Langkah tegasnya pun mendapatkan pujian sebagai Mentri Kelautan dan Perikanan.

Bukan hanya menenggelamkan kapal pencurian ikan saja beliau juga memperhatikan nasib nelayan yang selama ini mengeluhkan restrbusi pungutan yang di nilai tidak banyak berpihak pada nelayan. Meskipun begitu Mentri Susi Pudjiastuti juga pernah di protes oleh nelayan atas kebijakan yang di buatnya. Yaitu mengenai pelarangan penggunaan alat ikan pukat helang dan ikan pukat haik serta membatasi komunitas perikanan.


"Setiap ada kapal pencuriankan yang kita tenggelamkan itu adalah karena undang-undang dan tujuannya adalah untuk efek jera. Luas kelautan kita di Indonesia adalah sekitar 5.800 km persegi, tidak akan mudah untuk kita menjaganya, sehebat apa pun patroli kita, tanpa di lakukannya efek jera tersebut. Di dekade terakhir sebelumnya di lautan kita itu tidak ada aturannya. Ada ribuan kapal-kapal asing menjarah laut kita, dari Natuna sampai Gunung sana.

Yang punya izin hanya 10 % saja menurut pengakuan para good fahter yang melayani dan jadi plunter dari pada kapal-kapal asing ini. Tapi kita bicara baik-baik seminggu setelah saya menjabat sebagai Mentri, saya panggil para Dubes-dubes negara tetangga, dari Malaysia , Tahiland sampai China. Saya katakan Indonesia lautnya sangat luas, tapi expornya sangat kecil. Nelayan kecil dari 10 tahun terakhir pendapatannya menurun. Dari 1600 nelayan sekarang tinggal 800 nelayan.

 Ada sekitar 150 exportir bangkrut karena tidak adanya bahan baku. Semua hilang karena di tengah laut di ambil. Begitu banyak sehingga kita tidak tau karena itu terjadi di tengah laut. Dari mulai bongkar muat, sampai bbm. Bukan hanya ikan, tapi juga bbm Indonesia yang di pakai. Saya katakan intelegensi maaf karena saya tidak ada pendidikan yang membantu di pekerjaan saya ini.

Jadi untuk menegakkan undang-undang  tahun 2009 no 45, bahwa setiap kapal-kapal yang di tangkap harus di tenggelamkan. Setelah pers confrensi semua setuju.  Karena permasalah pencurian ikan ini bukan hanya persoalan di Indonesia saja, namun menjadi persoalan di banyak negara" penjelasan dari Ibu Susi Pudjiastuti


" Ada sekitar 1300 izin yang kami keluarkan dan mereka mengatakan ada 3 -5 copy saja, tapi saya katakan kalau saya tidak mempercayainya. Karena yang terjadi adalah 1 izin untuk 10 kapal, dengan kapal dan warna yang sama , hanya no nya saja yang kadang berbeda. Efek jera inilah yang Pak Jokowi inginkan agar orang-orang menjadi takut.

Di awal bulan nanti akan ada sekitar 30 kapal yang akan di tenggelamkan. Banyak kejadian dimana dulu kapal-kapal asing menggunakan bendera Indonesia dan mempekerjakan tukang cuci piring orang Indonesia. Lalu bisa disuruh untuk menerima radio dari patroli Indonesia dengan mengatakan bahwa ini adalah kapal Indonesia. Dan modus ini sudah lama saya mengetahuinya, karena saya adalah pelaku di perikanan ini " lanjut Ibu Susi Pudjiastuti bercerita.

"Pay pay baya adalah 1 kapal besar yang pernah di ledakan, namun hanya setengahnya saja yang kita tenggelamkan. Sisanya kita jadikan monument, yang mana saya berkeinginan akan di bangun sebuah monument dimana orang-orang akan melihat bukti keseriusan kita dalam menegakan hukun dan undang-undang ini."

Pertanyaan:
Katanya ada sebuah incident dengan pemerintah Tiongkok, dan ini menjadi pembicaraan dunia, bukan hanya di Indonesia. Dan incident ini menyebabkan pemerintah Tiongkok marah besar. Bisa di ceritakan kronologisnya ?

"Waktu itu kapal patroli Indonesia melihat di radar ada kapal China yang menangkap ikan di JTE kita, lalu di dekati dan di berikan tembakan peringatan. Lalu 3 orang anggota kita berusaha melompat ke kapal, dan menangkap ABKnya ke kapal patroli kita. Kemudian kapal China itu di towing menuju Natuna. Pada saat memasuki wilayah toritorial sekitar 12 mil, kapal patroli mereka sudah menunggu kapal ikan mereka.

Maka tidak jadilah di towing kapal China itu. lalu ada perintah dari TNI kita agar tidak terjadi konflik, di lepas saja kapal China tersebut. Pemerintah Tiongkok memang merasa keberatan jika kapal-kapal mereka di tenggelamkan. Dan saya berkeyakinan pemerintah Tiongkok yang level tertinggi mengerti, mengapa kita harus menegakkan hukum di negara kita. Dan saya juga yakin, bahwa ilegal fishing adalah suatu kriminal.

Dari dulu ini menjadi persoalan karena itu adalah JTE kita. Dan pemerintah Tiongkok harusnya mendukung penegakan hukum ini, juga atas binateral yang baik. Setelah itu kita mengirimkan kapal perang untuk menjaga wilayah kita agar orang tidak berani, supaya tidak sembarangan orang menangkap ikan kita."



Pertanyaan:
Atas ketegasan anda ini di khawatirkan akan memicu keretakan antar bangsa yang kapal-kapalnya anda tenggelamkan.

"Ini adalah undang-undang yang ingin saya tegakkan, bukan atas kelakuan saya !!!. Dan saya rasa tidak untuk memicu, karena hubungan kita baik dengan Dubes-dubes. 2 bulan sekali kita masih bertemu untuk membahas ini itu, dan sebelumnya saya sempat bertemu dengan dubes membicarakan tetang kapal China. Kalau karena ilegal fishing lalu memutuskan hubungan baik, berarti negara tersebut memproteksi dan berada di balik kegiatan ilegal fishing itu." Jawabanya dengan suara lantang.

Pertanyaan:
Dengan banyaknya kejahatan di tengah laut, apakah ada orang Indonesia yang terlibat ???.

"Tanpa dibantu oleh orang Indonesia, mana mungkin mereka berani dari luar memasuki wilayah Indonesia !!! Ilegal fishing dalam skala besar adalah kejahatan trans nasional, sangat terorganisir. Seperti Ficking antar negara, yang memiliki tangker untuk mengisi bahan bakar mereka dan tau di titik-titik mana logistik.

Karena mereka selalu menghindari negara-negara resmi. Biasanya mereka melakukan transit man di tengah laut. Logistik juga di lakukan di tengah laut. Di beberapa interview mereka biasanya menurunkan ikannya di daratan mana juga harus tau dan sudah ditentukan. Indonesia kalau ikannya terus dicuri, ujung-ujungnya dalam 10 tahun kedepan material kita sudah tidak ada."

Pertanyaan:
Jika memang ada orang Indonesia yang terlibat, lalu apa yang di lakukan untuk membantu kapal-kapal pencurian ikan tersebut ?

"Ya itu tadi, pemalsuan dokument, karena pengaruh mereka kenal pejabat, tokoh masyarakat dan sangat beragam broker-broker itu. Ada juga asosiasi, bekas pejabat dan pejabat militer dan lain lainya. Perbudakan di ilegal fishing ini banyak terjadi, ada yang sudah bertahun-tahun tidak pernah pulang, bahkan ada yang sudah 22 tahun di kapal.

Orang Indonesia juga banyak yang di perbudak, tapi tidak di pekerjakan di Indonesia, di wilayah yang jauh seperti Argentina dan wilayah Eropa. Kemaren ada kejadian 3 orang yang mati kelaparan, karena tidak di kasih makan dan minum, mereka tidak berani keluar ke pelabuhan dan tak ada yang mengantarkan mereka makanan. Dari 5 orang, 3 meninggal dan 2 orang yang selamat."

Pertanyaan:
Ada yang bilang bahwa apa yang anda lakukan ini cuma pencitraan saja, bagaimana pendapat anda???

"Inilah lucunya negri kita, mau menegakkan hukum di bilang pencitraan, tidak menegakkan hukum di bilang memble. Inilah yang di inginkan oleh pak Jokowi, efek jera ini memang di buat sensasi, agar betapa mengerikannya penenggelaman itu. Pencitraan disini adalah untuk efek jera." jawab beliau

Pertanyaan:
Kan sayang tuh kapal-kapalnya kalau di ledakkan, kenapa tidak di jual kan lumayan tuh uangnya ?

" sudah pernah di lakukan dulu, contoh di Pontianak ada sekitar 14 kapal, penuh di kolam kita. Sampai tumbuh lagi pohon pisang dikapalnya. Bikin macet pelabuhan, tidak bisa di pakai. Penuh oleh kapal- kapal sitaan, kemudian tidak di manfaatkan, kalau pun di manfaatkan akhirnya di jual dan di jual lagi pada pemiliknya. Di lelang pun demikian, yang menang lelang juga pemilik kapalnya."

Pertanyaan:
Atas ketegasan ini saya dengar anda mencapatkan ancaman, atas mereka yang sakit hati ?

"Ya adalah sms yang mau nyantet saya tujuh turunan. Mungkin mereka hanya jengkel saja, atau mungkin strees. Ini adalah tugas negara yang harus saya lakukan dengan segala konsekwensinya." Jawab beliau sambil tersenyum.

Pertanyaan:
Untuk kebijakan anda demi sebuah kebaikan, lalu apa dampak yang di rasakan di kementrian anda???

"Kalau laporan dilapangan terutama di wilayah yang dulu banyak ilegal fishingnya, sekarang ini ikannya luar biasa. Sabang dulu perhari hanya 1 ton, pak walikota cerita sekarang 20 ton. Merauke tahun 2013 hanya 20 ribu ton, tahun 2015 menjadi 40 ribu ton. Menurut SKPN di tahun 2016 di maret saja, baru 3 bulan sudah 35 ribu ton. Kemudian Gorontalo yang dulu tidak pernah lihat ikan tuna besar, sekarang mereka sudah bisa melihat ikan tuna besar. Itu dampak dari ribuan kapal yang sudah tidak ada lagi. Saya dengar juga dari Mentri ESDM, menghemat 37 % bahan bakar solar. Karena mereka curi ikan kita juga pakai bbm kita, di perjual belikan secara ilegal." Jawaban beliau dengan nada tenang.

Pertanyaan:
Lalu apa yang anda lakukan untuk para nelayan???!

"Anggaran KKP , sekarang kita gunakan 80% untuk stik holder 3000 kapal nelayan. Lalu budidaya dari Kedirjenan dapat 1/2 triliun untuk bibit ikan, konservasi, KCA, agar-agar dan biaya siswa untuk anak-anak nelayan di Politecknik Perikanan. Kita juga akan membangun 10 Politecknik Perikanan.

Kita akan percepat pembangunan entergrited 15 kilo terluar, dari mulai Natuna, Murotai, Sabang. Sisi terluar dulu yang kita akan bangun, dari kapal tangkap untuk peningkatan penghasilan dan kuantitas yang masih kurang, sekarang sudah lebih baik dan meningkat. Menurut laporan di akhir tahun 2015 menurut data BPM 8,96% dan itu sudah sangat baik sekali."

Pertanyaan:
Banyak yang menganggap anda adalah perempuan yang kuat. Hati dan fisik anda apakah anda pernah merasa lelah!!!

"Terkadang ada rasa lelah, ketika ingin melakukan ini itu tapi tidak bisa. Ya karena ini adalah pemerintah yang mana banyak pertimbangan dan harus melalui kordinasi di banyak pihak. Saya sich maunya ikan banyak, segera ganti alat tangkapnya, segera buat kapal.

Saya berharap kita jaga ikan kita, tidak mungkin terus menerus memberi nelayan itu uang tunai. Mau berapa lama kita kuat. Kita sama-sama menjaga ikan agar tetap ada dan banyak. Mereka bisa ambil seperti misi pemerintah, bahwa laut adalah masa depan bangsa. Kalau tidak di jaga, 10-20 tahun habis mau bilang apa lagi masa depan bangsa ini.

Karena tidak mungkin 10-20 tahun saja, tentu dari generasi ke generasi. Kalau kita tidak bisa makan ikan, susah makan ikan, punya laut no 2 terpanjang di dunia kalau kosumsinya ikan lele, ikan mas, ikan mujair, sungguh ironi. Sekarang ikan sudah ada dan banyak dimana-mana, harga ikan pun sudah turun, menyumbangkan deplasi.

Pertanyaan:
Mengenai penampilan anda, apakah pak jokowi pernah meminta nada memperbaiki dan merubahnya ??!!!

"Oh enggak, beliau menerima saya apa adanya" jawab beliau sambil tersenyum.

Pertanyaan:
Apa persamaan anda dengan pak jokowi yang membuat pak jokowi memilih anda, karena pak jokowi adalah orang yang santun dan rapi. Apa nih kira-kira !!!

"Ya walaupun saya begini, tapi saya orangnya sangat Mener, kalau santun, saya juga orangnya santun. Beliau orang owner, saya juga orang owner, juga berpihak pada orang kebanyakan. Saya rasa di sanalah persamaannya. Walau mungkin bacgraund saya besar di jalanan dengan berbagai culture, yang tidak halus seperti beliau, dan saya sangat gantleman orangnya."

Pertanyaan:
Mengenai pendidikan anda yang cuma lulusan SMP, dulu orang banyak yang meragukannya "bisa apa cuma lukusan SMP", apa korelasinya menurut anda, karena banyak anak-anak yang berkata "sudah enggak perlu sekolah tinggi-tinggi, itu ibu Susi bisa jadi mentri.!!!

" masalah pendidikan saya sangat setuju, menjadi mentri seperti saya yang cuma lulusan SMP tidak mudah dan mungkin 1000 hanya 1. Karena yang di kabinet yang lulusan SMP cuma saya. Sekolah itu penting karena dengan sekolah kita bisa belajar banyak sekali hal. Dan dengan sekolah membuat kita mengerti banyak hal dan tentang dunia pekerjaan serta dunia di sekeliling anda. Tidak mungkin dengan lulusan SMP bisa jadi mentri, karena yang terjadi pada saya bahwa, adalah satu keajaiban saja"

Sekarang orang sudah tidak mempermasalahkan pendidikan dan gayanya. Tapi ketika di tanya "apakah ibu Susi Pudjiastuti adalah mencerminkan semangat Kartini modern" dan banyak yang berkata setuju. Ada berbagai komentar dari masyarakat. Ada yang berkata "dia itu nyentrik, berani dan gaul. Kita tidak bisa melihat orang hanya dari luarnya saja, tapi di lihat juga kinerjanya.

Beliau itu sangat berani dalam membakar kapal-kapal dan itu adalah salah satu prestasi dia, selain berani dalam bertindak, dia juga enggak korupsi. Cocok banget ya, soalnya Kartini itu memperjuangkan hak-hak wanita kan, wanita itu bukan hanya sekedar di rumah saja.

Susi pudjiastuti terharu melihat sketsa wajahnya


Itu adalah cuplikan wawancara dengan Ibu Susi Pudjiastuti di acara Kick Andy di metrotv. Pada tanggal 8 april, dalam rangka menyambut hari Kartini di bulan april 2016 ini. Bagaimana pendapat kalian yang membaca petikan dari wawancara di atas ? Apakah menurut kalian beliau sosok Kartini modern....?

Inilah sosok penulis buku Susi Pudjiaastuti
Yang di bagikan kepada para audiens


You Might Also Like

3 komentar